PAMBURU MASA

Welcome and thank's. Bersama saya kita menembus dunia kegelapan untuk menuju ke dunia terang yang bersih.

Senin, 05 September 2011

MITOS MAUT TOL CIPULARANG





Jakartapress.com - Kasus kecelakaan tunggal yang merenggut nyawa Virginia Anggraeni, istri pedangdut Saipul Jamil menambah panjang kisah misteri yang menyelimuti Gunung Hejo di lokasi kccelakaan itu.


Menurut Niniek, seorang petugas Traffic Management Centre (TMC) Polda Metro Jaya, itu terjadi karena Saipul Jamil yang mengendarai Avanza sewaan  bernopol B 1843 UFU kaget lantaran mendadak ada sebuah bus menyalip dari arah sebelah kiri.
"Si pengemudi kaget, dia langsung membanting stir dan mobil sempat terplanting. Lalu mobil menabrak beton pembatas jalan. Namun nomor polisi bus tersebut tidak terlacak," kata Niniek, Sabtu (3/9/2011), beberapa jam saat setelah kejadian.
Saipul mengaku sadar dan dalam kondisi fit saat kecelakaan itu terjadi. Menurutnya, setelah sebuah bis menyalip dari kiri, tiba-tiba dia merasakan stir sulit dikendalikan dan seolah-olah ada angin besar yang menerjang mobil itu hingga terpelanting.
Menurut Niniek, polisi terus berusaha mendapatkan data soal bus tersebut. "Sampai saat ini kami terus berusaha mendapatkan data bus tersebut," kata Niniek.
Jalur Maut Cipularang, ‘Dikuasai’ Makhluk Halus Soal keberadaan kendaraan misterius yang kerap mengganggu pengguna jalan tol Cipularang itu, sebelumnya telah sering beredar. Kumpulan kisah keangkeran jalan tol ini berkembang menjadi e-mail berantai, atau pesan berantai melalui Blackberry.
Memang banyak orang mengaitkan kecelakaan di Tol Cipularang KM 97 dengan banyaknya kejadian aneh yang dialami pengendara mobil seperti yang tersebar di milis atau forum.
Meskipun Saipul tidak ingin mengaitkan peristiwa tragis itu dengan sesuatu yang berbau gaib, namun sejak jalan tol Cipularang dibangun hingga sekarang, banyak kisah gaib yang dialami pengguna jalan itu. Cerita itu tersebar dari mulut kemulut kemudian “menghiasi” dunia maya.

Sejak tahun 2007, sudah beredar cerita-cerita misteri di dunia maya tentang “ganas”nya ruas tol Cipularang mulai kilometer 60 sampai 100 dari arah Jakarta – Bandung dan sebaliknya. Banyak kasus kecelakaan tanpa sebab jelas hingga merenggut korban jiwa terjadi di sana.
Pengalaman gaib beberapa “korban” nyaris sama, mulai dari munculnya “kendaraan” misterius yang mengganggu, penumpang gelap, penyeberang jalan dan gangguan lain yang merusak konsentrasi pengendara.
Beberapa waktu lalu, seorang anggota DPR RI yang sedang mengambil Pascasarjana di Universitas Pajajaran Bandung pernah mengalami kejadian aneh di lokasi itu. Ketika pulang kuliah pukul 22.00, dia diberitahu sopirnya ada mobil di belakang yang terus-menerus menyalakan lampu dim.
Ketika dia menoleh kebelakang, anggota DPR yang eggan disebutkan namanya itu melihat sebuah mobil terus-menerus memberi lampu dim. "Saya kira orang yang akan berbuat jahat. Saya memerintahkan sopir terus jalan sampai ada tempat peristirahatan," kata anggota DPR RI itu.
Sopir pun terus jalan sambil matanya terus-menerus melihat ke belakang. Beberapa saat kemudian, anggota DPR itu kaget dan memerintahkan sopir mengerem karena di depan ada truk. "Kami sama sekali tak sadar di depan ada truk. Untung sopir bisa menguasai keadaan," katanya.
Setelah berhenti, mobil yang memberi dim di belakang pun lenyap begitu saja. "Saya yakin belum ada mobil yang lewat lagi," kisahnya.
Munculnya kendaraan misterius itu juga dialami beberapa pengendara lain. Rizal (32), ketika malam hari melintas sendiri di jalur lokasi kecelakaan Saipul beberapa waktu lalu sempat dikaget dengan munculnya kendaraan lain secara tiba-tiba.
“Laju mobil saya sekitar 100 km perjam, tiba-tiba ada kendaraan lain dari arah kiri yang menyalip masuk kanan, saya kaget, untuk saya bisa kendalikan mobil,” ungkap Rizal yang mengaku sebelumnya mobil itu beberapa kali memberi lampu dim.
Jika dikaitkan dengan apa yang dialami Saipul yang mengaku ada bis yang menyalipnya, dan hingga sekarang polisi tidak bisa melacak keberadaan bis tersebut, banyak orang menduga bis itu “kendaraan” yang sering mengganggu pengguna jalan.
Selain munculnya kendaraan misterius, beberapa pengendara mengaku pernah ditumpangi makhluk halus saat melintas di ruas halan yang membelah bukit itu. Onang (38), warga Cihampelas, Bandung  sudah sering mengalaminya.
Kebetulan ayah dua anak yang hampir setiap minggu  wajib datang ke Jakarta itu memiliki “kepekaan” yang dapat mendeteksi dan “melihat” keberadaan makhluk halus. Menurut Onang, sudah macam-macam bentuk “penumpang gelap”nya. “Ada yang berwujud wanita berambut panjang, wajahnya sudah rusak. Seperti orang tua, wanita muda menggendong bayi, macem-macem deh,” ungkapnya.
Biasanya menurut Onang, jika ada yang “menumpang”, di dalam mobil akan tercium aroma bunga melati yang menyengat atau bau anyir darah, terkadang bau bangkai. Kemudian kendaraan terasa berat seperti membawa banyak beban. Semua itu menghilang begitu saja jika ada kendaraan lain yang melintas, atau sudah melalui Km 100.

(WARNING! CUKUP ANDA MENGETAHUI, JANGAN PERCAYA 100%, DAN JANGAN SAMPAI ANDA BERSENTUHAN DENGAN DUNIA INI! SANGAT BERBAHAYA BAGI DUNIA - AKHIRAT!)




Istana Jin
Di turap sisi kiri kana jalan yang membelah bukit itu ada patung kepala singa dan patung seroang wanita dengan beberapa ekor monyet. Risa Saraswati, seorang penyanyi yang juga memiliki kemampuan “melihat” makhluk halus mengaku awalnya heran dengan keberadaan patung-patung tersebut.
Menurutnya, itu bukan singa melainkan macan alias maung, seperti yang biasa disebut orang sunda.  “Memang disana banyak maung yang berkeliaran. Bahkan disana ditenggarai merupakan tempat untuk ngipri monyet,” ungkap Risa.
Di bukit itu juga ada pohon beringin besar yang gagal dirobohkan pengembang jalan tol. Menurut mata bathin Risa, pohon itu merupakan “istana” makhluk halus, penghuninya berupa jin dan beberapa siluman manusia berkepala binatang.
Salah satu penunggu yang selalu ada disana menurut Risa adalah seorang wanita menggunakan baju merah yang berlari sangat cepat menyebrangi sisi kiri menuju sisi kanan sambil menembus mobil.
Suatu ketika Risa melakukan perjalanannya  di Cipularang bersama temannya. Dia  duduk jok belakang sendiri. Ketika melintas di ruas jalan angker itu,  Risa kaget ada wanita berambut panjang dengan muka yang berdarah-darah dan baju putih kotor karena tanah duduk disebelahnya.
Ternyata di jok paling belakang ada dua “wanita” lain yang tidak kalah seramnya, Risa pun akhirnya pindah tempat duduk ke depan. Merasa ada gelagat aneh, supir pun akhirnya ngebut. Disaat ngebut inilah Risa mendengar suara "kalem atuh, Abdi mah turun di padalarang (pelan-pelan saja, saya mau turun di Padalarang)".
Dari arah Bandung menuju Jakarta, di sebelah kiri ada sebuah bukit yang berpohon lebat. Menurut warga sekitar bukit itu memang disediakan untuk “kampung” bagi “penunggu” kawasan tersebut.
Ketika jalan tol ini dibangun, selalu saja ada halangan. Apalgi ketika akan membuat jalurnya lurus, ada pohon yang tidak bisa ditebang. Ketika dipaksanya, mesin alat berat tidak bisa hidup, bahkan hilang dan masuk jurang, serta banyak pekerja yang sakit tiba-tiba. Akhirnya  jalur tolnya yang rencananya dibuat lurus dengan membabat habis bukit itu terpaksa dibuat melengkung.
Jika diperhatikan di sisi jalan ada area cukup luas dan tangga khusus. Tangga itu diperuntukan bagi pejiarah yang akan melakukan ritual di bukit yang terdapat beberapa makam keramat itu.
Di puncak bukit itu merupakan tempat pesugihan. Di sana ada  dua makam yang besar dan panjang. Konon disanalah raja jin bersemayam. Beragam patung menyerupai monyet kecil, buto, harimau, dan kodok  menandakan adanya beberapa jenis jin yang menjanjikan kekayaan untuk ditukar dengan  jiwa manusia.
Menurut Kardi (64), sepanjang jalur yang rawan kecelakaan itu ditunggui makhluk halus bernama Kamilin. "Dia adalah orang sakti sesepuh kampung sini. Dia hidup pada masa penjajahan Belanda dan sangat sakti," ujar Kardi.
Menurut Kardi, arwah Kamilin pernah menyampaikan permintaan khusus berupa jembatan penyeberangan di KM 91+600. Permintaan itu diketahui saat anak ketiganya dua kali kesurupan.
"Melalui tubuh anak saya, Kamilin mengatakan bahwa dia tidak mau daging kerbau, tetapi minta dibuatkan jembatan untuk penyeberangan untuk cucu-cucunya. Kalau permintaannya tidak dituruti, di tol ini akan selalu terjadi masalah. Masalah itu tidak akan pernah selesai sebelum permintaan Kamilin dituruti," ujar Udin.
Di kawasan ini terdapat gunung kecil yang dinamai Gunung Batu Datar alias Gunung Hejo. Warga setempat mempercayai Kamilin tinggal di gunung itu. Tandanya adalah sebuah batu besar berwarna putih yang gagal "dijinakkan" oleh kontraktor. Di batu besar itulah Kamilin kerap muncul.
"Sosok Kamilin berbentuk ular. Badannya sebesar paha orang dewasa dan pakai kalung emas. Dia punya tujuh cucu dan punya pengikut sebanyak 70 orang. Semuanya makhluk gaib. Kadang Kamilin muncul malam, terkadang siang hari," tambah Kardi.
Tapi sebenarnya sudah ada tiga jembatan dalam rentang 10 kilometer. Km 91+600 berada di tengah-tengahnya. Dengan demikian, warga harus berjalan sejauh satu 2,5 km untuk bisa melewati jembatan penyeberangan. Karena dianggap terlalu jauh, warga menuntut satu jembatan penyeberangan lagi. [bbs/f]

(Jakartapress )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar